Diawali dari Sympathy for Mr.Vengeance, lalu OLDBOY dan akhirnya Lady Vengeance yang merupakan film ketiga dari trilogy vengeance yang sekaligus sebagai penutup trilogy, Park Chan Wook berhasil menyelesaikan trilogi bertemakan vengeance. Seperti film2 sebelumnya film ini mendapatkan beberapa penghargaan baik lokal maupun internasional. Tidak seperti film sebelumnya (OLDBOY dan Sympathy For Mr.Vengeance), pesan yang disampaikan film ini tidak terlalu berkesan, berbeda dengan Sympathy for Mr.Vengeance yang menyampaikan pesan bahwa tidak ada orang yang benar2 buruk dan tak ada orang yang benar2 baik sedangkan OLDBOY memberikan pesan bahwa balas dendam hanya akan memberikan luka baru dan membuka luka lama. Walaupun begitu karakter utama dalam film ini bagi saya adalah karakter yang paling keren dan paling sangar dari film2 sebelumnya, dan bisa disejajarkan dengan karakter Beatrix Kiddo a.k.a The Bride a.k.a. Black Mamba dari film Kill Bill
Rabu, 27 Oktober 2010
Kamis, 21 Oktober 2010
[MOVIE REVIEW] OLDBOY (2003)
Seperti Film sebelumnya dalam TRILOGY VENGEANCE masih dengan tema yang sama vengeance, dengan cerita yang lebih kelam, tragis dan berbeda dengan Sympathy For Mr.Vengeance, OLDBOY tidak berlambat2, sebaliknya film ini menyajikan jalan cerita yang cepat sehingga relative mudah diterima banyak orang. Wlaupun dengan cerita yang lebih menarik OLDBOY menyajikan cerita yang bisa dibilang lebih fiksi dari Sympathy For Mr.Vengeance
Oh Daesu awalnya nampak seperti orang biasa yang suka mabuk-mabukan yang hidup seperti tanpa beban, setelah keluar dari kantor polisi, Oh Daesu yang ditangkap karena mabuk-mabukan tiba-tiba menghilang. Oh Daesu terbangun melihat dirinya terkurung didalam ruangan kecil yang mirip kamar hotel yang kecil, lengkap dengan kamar mandi dan TV, tanpa tahu menahu berapa lama, mengapa dan siapa yang mengurungnya.
Rabu, 20 Oktober 2010
[MOVIE REVIEW] Sympathy For Mr.Vengeance (2001)

Director: Park Chan – wook
Cast : Kang – ho Song, Ha – kyun Shin , Du – na Bae, Ji – eun Lim, Bo – bae Han
Ini adalah film pertama dari TRILOGY VENGEANCE, Sympathy For Mr.Vengeance oleh Park Chan – wook, ketiga film ini tidak seperti trilogy LOTR ataupun Trilogy Bourne yang setiap filmnya mempunyai cerita sambung menyambung, ketiga film dari TRILOGY VENGEANCE tidak mempunyai cerita yang saling nyambung tapi mempunyai tema cerita yang sama yaitu vengeance.
Mengisahkan tentang Ryu, pemuda tuna rungu dan tuna wicara yang ingin membantu kakaknya yang gagal ginjal dengan memberikan ginjalnya, tapi sayangnya dia tidak memiliki golongan darah yang cocok.
Minggu, 17 Oktober 2010
[MOVIE REVIEW] Let The Right One In (2008)
Director : Tomas Alfredson
Cast : Kare Hedebrant, Lina Leandersson, Per Ragnar, Henrik Dahl
Genre : Horror, Romance
Oskar (Kare Hedebrant) anak duabelas tahun penyendiri dan sering dijailin teman sekolahnya, karena takut dia tak pernah membalasnya. Suatu hari saat sedang memainkan belatinya yang ditusuk-tusukkan kesebuah pohon, Oscar bertemu seorang gadis yang sangat aneh(Eli), dan berkata bahwa mereka tidak bisa berteman. Keesokan Harinya Oscar bertemu lagi dengan gadis kemarin namun sangat aneh, dia tidak memakai mantel dan tidak merasa kedinginan padahal suhu pada saat itu dibawah 0°C dan bau badannya aneh (bau darah),Oscar mengajarinya cara bermain rubic cube. Akhirnya mereka menjadi lebih akrab dan saling menyukai.
Sabtu, 16 Oktober 2010
[MOVIE REVIEW] Groundhog Day (1993)
Phill Connor ( Bill Murray) adalah seorang reporter adalah seorang reporter ramalan cuaca yang mempunyai sifat buruk (dingin, sinis dan angkuh) dan tidak mau bergaul dengan orang lain. Suatu hari ia ditugaskan bersama kameramen dan produsernya Rita ( Andie MacDowell ) untuk meliput acara Groundhog Day di kota Punxatawney. Setelah peliputan Phill yang merasa muak dengan kota itu segera bergegas pulang, namun sialnya badai salju menghadang perjalanan pulangnya, terpaksa Phill harus kembali ke hotel. Keesokan harinya Phill bangun di hari yang sama, dan tetap berulang-ulang di hari selanjutnya dia bangun dihari yang sama.
Film dengan cerita simple dan ringan yang menghibur namun unforgetable dan mengandung pesan moral yang mendalam agar menjadi manusia yang lebih baik.
8/10
Kamis, 14 Oktober 2010
[MOVIE REVIEW] In Bruges (2008)
Directed by :Martin McDonagh
Genre : Komedy, Crime
Starring with :Collin Farrel, Brendan Geelson and Ralph Fiennes
Dua orang pembunuh bayaran dikirim ke Bruges untuk menjalankan tugas, Bruges adalah kota di negara Belgia. Ray (Collin Farrel) dan Ken (Brendan Geelson) menginap di sebuah hotel kecil selama 2 minggu sambil menunggu rincian tugas yang akan diberikan bos mereka Harry Waters (Ralph Fiennes) yang pemarah dan keras akan prinsipnya. Namun sebagai Pembunuh bayaran memang keduanya (Ray dan Ken) tidak nampak cool dan sangar, Ray nampak seperti manusia dewasa yang m empunyai sifat kekanak-kanakan apalagi saat diajak ke museum, sedangkan rekannya Ken seperti orang tua bijak yang suka seni dan bangunan bersejarah di kota Bruges
Nuansa Eropa Klasik yang disajikan di kota Bruges, membuat Ray serasa di neraka. Namun akhirnya Ray menyukai kota itu setelah menemukan gadis yang diperankan Clémence Poésy ( yang meranin Fleur Delacour di Harry Potter and the Goblet of Fire, poko’e maknyus).
Dilema dihadapi rekan Ray, Ken. Ternyata dia harus membunuh rekannya sendiri karena telah melakukan kesalahan saat tugasnya. Apakah ken akan membunuh Ray?
Scoring2 permainan piano yang lirih membuat film ini seakan film yang depress, namun sebaliknya ini adalah film komedi. Yang bikin film ini lucu bukan adegan-adegannya namun lebih kepada tiga karakter utamanya Ray, Ken dan Harry, yang ditampilkan secara komikal sehingga tetap realistis dan tidak berlebihan. Film ini berhasil membuat emosi penonton naik turun hingga ane sendiri "NGAKAK TERHARU" liat ni film.
8/10
[MOVIE REVIEW] Where The Wild Things Are (2009)
Max ( Max Record ) sebetulnya seperti anak biasa yang suka bermain dan berimajinasi. Seringnya berimajinasi mungkin dikarenakan tidak ada anak yang mau bermain dengannya, kakak dan ibunya pun sibuk dengan urusannya masing-masing. Hingga suatu malam max bertengkar hebat dengan ibunya hingga Max berlari keluar rumah tanpa arah dan tujuan jelas, hingga max menemukan sebuah perahu layar dan langsung menaikinya tanpa pikir panjang, Akhirnya Max berlabuh ke pulau yang dihuni makhluk-makhluk besar dan berbulu yang akhirnya mengangkat max menjadi raja mereka.
Film yang diadaptasi dari buku anak-anak bergambar yang berjudul sama dengan filmnya karya Maurice Sendak. Film ini memang diadaptasi dari buku anak-anak, namun saya sedikit ragu apakah anak-anak mampu menangkap pesan yang dibawa oleh filmnya. Karena pesannya tidak ditunjukkan langsung oleh filmnya, sepintas film ini adalah film petualangan anak kecil kedunia fantasi tanpa maksud yang jelas, namun kalau lebih dicermati, tiap karakternya mempunyai maksud tersendiri. Adapun penampilan apik Max Record yang berperan sebagai Max menjadi juga menjadi salah sebab film ini menjadi drama fantasi yang bgus dan berkesan.
Film darama fantasi yang dirilis tahun 2009 ini, cukup layak unutuk ditonton
7,2/10
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

